Reward VS Punishment (2)

education_01_temp-1357478332-50e979bc-620x348Tahun 2011 adalah tahun pembelajaran buat saya! Benar-benar tahun yang mendebarkan! Bagaimana tidak, sebagaian besar murid saya adalah laki-laki. Yang aktif tidak hanya satu lima orang tapi 95%. Bahkan beberapa guru TK sudah wanti-wanti kalau saya harus super sabar dalam menghadapi mereka.

Selain itu ada juga yang ADHD dan beberapa anak yang butuh adaptasi lama agar mau ikut pelajaran. Benar-banar WOW!

Bintang hijau, bintang kuning, dang bintang merah saya tidak sukses. Hamper tiap hari selalu ada yang protes kalau bintang hijau yang saya tempel di papan nama dicabut teman lain. Maklum, mungkin ada yang iri mengapa tidak mendapat bintang hijau.

Ada juga yang bilang, “Kalau aku dapat bintang merah, bintang nakal, itu berarti ibu mendoakan aku jadi anak nakal! Jadi semakin banyak bintang merah, nanti aku akan tambah nakal!”

Jleeeeb…

Perkataan si kecil membuat saya berpikir. Masak iya? Kan bukan itu tujuan saya hiks.

Akhirnya saya tidak begitu memakai bintang untuk penilaian. Ganti dengan stiker prestasi.

Saya mendesain setengah lembar A4 menjadi beberapa kotak kecil untuk tempat stiker. Lha stiker ini berisi gambar-gambar motivasi. Stiker ini reward untuk anak yang sholeh dan dapat nilai bagus. Tahun 2011 sama sekali tidak ada punishment.

Saya sampai belajar SEFT juga hehe. Jadi kadang melakukan tapping di kelas sambil mengeluarkan kata-kata positif di anak tertentu. Masak tiap ada sesuatu selalu nama-nama itu yang tertuduh. Ndak tega dengarnya, apalagi saya walikelasnya T_T.

Alhamdulillah stiker dan SEFT  membuat semangat mereka naik. Anak-anak berlomba untuk mendapat banyak stiker, keaktifan mulai bias dikontrol (pelan-pelan).

Namun di tengah jalan stiker tak berjalan mulus, ya sih banyak yang menjadi lebih baik. Tapi juga ada yang nangis kalau nggak dapat stiker -_-“. Selain itu anak kelas lain banyak yang protes, kenapa nggak dapet?

Ide stiker adalah hasil putus asa saya ma si bintang, jadi belum sosialisasi ke guru lain. Jadi masih diterapkan di kelas saya.

Stiker menjadi masalah untuk beberapa minggu…

Uhhhfftt… apalagi ini?

Bintang lagi?

Berpikir dan berpikir…

Terbesit ide yang lain…

Saya membeli peta Indonesia (kelas 1 Indonesia dulu, ntar kelas atas peta dunia). Peta tersebut saya taruh di sterofoam dengan ukuran yang sama, kemudian memasangnya di dinding. Masing-masing anak saya buatkan roket sederhana dengan nama mereka dibbagian bawah roket.

Tiap hari Sabtu saya menaikan roket mereka dip eta Indonesia. Ceritanya kalau minggu itu si anak berhasil menjadi anak sholeh ia bias semakin luas keliling Indonesianya. Hehehe…

Yang menilai tidak hanya saya tapi juga teman-teman sekelas. Alhamdulillah hasilnya lumayan…

Trik lain saya memberi amanah pada beberapa anak yang aktif. Ya keaktifan mereka hasrus disalurkan ke hal-hal yang positif.

Pemberian amanah ini suangaaattt membantu. Scara.. si anak kan punya pengaruh di depan teman-teman. Jadi kalau rame, saya tinggal bilang, “Anak Sholeh, minta tolong donk teman-temannya diminta masuk ya,” dan si dia akan memanggil pasukan kecilnya. Hehehe…

Sumberpucung, 26 Agustus 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s