Penanganan Masalah Anak Melalui Learning Centre

Alhamdulillah tulisan saya dimuat di Malang Post hari Kamis 26 Maret 2015.
Semoga menyusul tulisan-tulisan yang lain. Aamiin
#MalangPost
#ilovewriting
#learningcentre
#opini
#FLP

pentingnya learning center-fauziah

Panjang naskah untuk Malang Post minimal 850 kata, sekitar 5-6 halaman. Berikut naskah asli saya Continue reading

Alhamdulillah mBorong Piala ^_^

my pic

Alhamdulillah hari Minggu kemarin, SD Islam As-Salam mendapat juara 1, juara 2 dan juara harapan 2 Lomba menulis cerita pendek KIDS & TEENAGERS CREATIVITY DAY tingkat Malang Raya yang diadakan oleh SMK PGRI 3 Kota Malang bekerjasama dengan Perpustakaan Kota Malang.

Semangaaaat menulis my children…

Kelas Inspirasi SD Islam As-Salam Kota Malang

DSCN0179ruangan kelas, gambar diambil dari depan

Siswa belajar dari kecepatan yang berbeda. Mereka bisa belajar dari apa saja, dimana saja, dan melalui siapa saja. Pembelajaran bisa di kelas, rumah, bus, taman, dan sela-sela kegiatan yang lain.

Dan ada saatnya mereka mengambil tanggungjawab atas pembelajarannya sendiri.

Dengan latar belakang ini kami wali kelas bersama wali murid kelas 1B mendesain kelas inspirasi. Kelas sederhana tapi mampu memberikan ispirasi dan pelajaran bagi anak-anak. Membuat ruang kelas lebih menarik bagi semua yang terlibat.

Mulai dari penataan dan hiasan, perangkat kebersihan kelas dan kebersihan diri, dan kenyaman semua penghuni kelas.

Bagaimana keadaan kelas kami?

Berikut pojok-pojok kelas yang hampir tiap pulang sekolah seperti kapal pecah hehehe…

bagian depanbagian depan kelas

Pertama bagian depan kelas ada papan tulis, kaca, papan reward, alat pengukur tinggi badan, dan cap tangan siswa.

Kaca berguna untuk anak-anak merapikan baju. Anak-anak kelas 1 biasanya aktif, banyak energy yang dikeluarkan. Jadi terkadang lipatan baju pagi hari ketika tiba di sekolah sudah berbeda dengan ketika pulang. Untuk itulah kaca ini digunakan untuk menjaga penampilan mereka agar tetap rapi.

Kedua papan reward. Di kelas, saya menggunakan komitmen dan konsekuensi. Kami membuat komitmen dan melaksanakan konsekuensi dari komitmen yang disepakati. Reward adalah efek dari komitmen tersebut.

Untuk kebaikan, reward tidak sering-sering diberikan kepada siswa. Ini untuk menjaga niat mereka. Berbuat sesuatu tidak karena reward, tapi untuk mereka sendiri dan penduduk sekolah.

Konsekuensi kurang menyenangkan, misalnya membawa kue untuk teman satu kelas, kami berikan jika benar-benar keadaan harus melakukan itu. Di sini anak-anak belajar menahan diri dan tanggungjawab.

papan reward laki-lakipapan reward untuk laki-laki

papan reward perempuanpapan reward untuk perempuan

pengukur tinggi badanpengukur tinggi badan

Selain papan reward juga ada jerapah yang digunakan untuk mengukur tinggi badan siswa.

Continue reading